UserForm
FirstName pertamina bbm
LastName Berkualitas
OrganisationName Pertamina Oke
OrganisationURL http://www.bisnisonlinesukses.net/kursus-internet-marketing/
Profession

Country Poland
State

Address

Location

Telephone

VoIP

InstantMessaging (IM)

Email

HomePage

Comment Pertamina Solusi Bahan Bakar Berkualitas dan Ramah Lingkungan PT Pertamina (persero) menanti ketentuan pemerintah berkaitan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) type Premium serta Solar subsidi. Pergantian harga BBM mulai berlaku 1 Oktober yang akan datang.

Vice President Corporate Communication Pertamina, Wianda Pusponegoro, menyampaikan, pergantian harga BBM merujuk pada harga minyak sepanjang kurun saat tiga bln. paling akhir. Untuk harga eceran BBM Oktober kelak mengacu pada harga minyak mentah di Juli hingga 25 September tempo hari.

" Kami belum memproyeksikan berapakah harga nya. Yang pasti merujuk pada angka mops 3 bln. terkahir dari harga diputuskan, " kata Wianda di Jakarta, Kamis (29/9).

Wianda menjelaskan, formula harga Premium serta Solar subsidi telah diputuskan pada pemerintah dengan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Komponen formula itu, lanjut dia, ada yang berbentuk tetaplah seperti margin serta pajak. Sedang komponen formula yang dinamis yaitu harga indeks pasar (HIP) untuk Premium serta Solar subsidi.

Saat di tanya tentang penurunan harga Premium Rp 300 per liter serta Solar subsidi naik Rp 500 per liter, Wianda menyerahkan hal itu pada pemerintah. " Kami menanti ketentuan paling akhir dari pemerintah, " katanya.

Penyesuaian harga BBM terlebih dulu dikerjakan pada April 2016 tempo hari. Harga Premium diputuskan sebesar Rp 6. 450 per liter atau turun Rp 500 per liter dari mulanya sebesar Rp 6. 950 per liter.

Lalu harga Solar subsidi diputuskan sebesar Rp 5. 150 per liter atau turun Rp 500 per liter yang terlebih dulu sebesar Rp 5. 650 per liter. Sedang untuk harga minyak tanah tak alami pergantian dengan kata lain tetaplah Rp 2. 500 per liter.

Jika mengacu pada pelajari per tiga bln. jadi semestinya pada Juli tempo hari ada penyesuaian harga BBM. Tetapi pemerintah pilih tak merevisi harga jual BBM. Hal semacam ini dengan memperhitungkan kondisi yang dihadapi orang-orang. Pasalnya Juni-Juli tempo hari adalah saat libur sekolah serta Hari Raya Idul Fitri.

Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) memandang, dengan kondisi harga minyak dunia yang masih terus turun, memungkinkan PT Pertamina (Persero) menurunkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).

Anggota BPK Achsanul Kosasih mengatakan, dengan harga minyak dunia yang rendah, seharusnya bisa menjadi pertimbangan Pertamina menekan lagi harga BBM agar juga bisa mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

"Ya, memang dengan harga minyak yang turun, di satu sisi, Pertamina sangat diuntungkan. Apalagi untungnya juga dia besar. Seharusnya harga BBm masih bisa turun lagi agar masyarakat bisa turut menikmati," kata Achsanul di Jakarta, Kamis 29 September 2016.

Berdasarkan laporan keuangan Pertamina pada semester I 2016, keuntungan PT Pertamina (Persero) dari penjualan BBM subsidi mencapai Rp 8,3 triliun. Hal itu dinilai sangat besar untuk kondisi harga minyak dunia yang masih fluktuatif bahkan cenderung rendah.

Maka dari itu, Achsanul mengungkapkan, tidak sepantasnya Pertamina mengeruk untung besar dari penjualan BBM subsidi sehingga rakyat banyak menjadi korban.

Sebelumnya, dalam laporan keuangan semester I 2016 terungkap, Pertamina meraih untung hingga 755 juta dolar dari pelaksanaan Public Service Obligation (PSO) dan penugasan (kerosene, LPG 3 kg, solar dan premium non Jamali).

Rinciannya, keuntungan dari penjualan BBM PSO dan penugasan mencapai USD 637 juta atau sekitar Rp 8,3 triliun dan dari LPG 3 kg sebesar 117 juta dolar atau sekitar Rp 1,5 triliun.

Dalam penjelasannya, Pertamina menyatakan bahwa laba usaha BBM PSO 449,9 persen lebih tinggi dibandingkan periode sama 2015. Tingginya kenaikan laba ini disebabkan oleh rendahnya biaya produk sejalan dengan penurunan harga MOPS (Mid Oils Platts Singapore) dan harga minyak mentah Indonesia (ICP) yang merupakan komponen pembentuk biaya produk.

Realisasi ICP di semester I-2016 hanya USD 36,16 per barel, jauh dibawah RKAP Pertamina sebesar 50 dolar per barel. Maka dengan modal harga minyak yang rendah dan menjual BBM dan LPG subsidi di harga tinggi, Pertamina mampu mengantongi EBITDA sebesar 4,1 miliar dolar, dengan EBITDA margin 23,9 persen atau 128 persen dari RKAP yang dirancang perusahaan. Sementara laba bersihnya mencapai 1,83 miliar dolar, 113 persen lebih tinggi dari RKAP perseroan.

See More :

http://taylorswift.com/users/pertaminaberkualitas
https://www.lexisnexis.com/lextalk/members/pertamina-ramah-lingkungan/default.aspx
http://agile.smartorg.com/foswiki/bin/view/Main/PertaminaBahanBakarBerkualitas
Edit personal data

My Links

  • ATasteOfTWiki - view a short introductory presentation on TWiki for beginners
  • WelcomeGuest - starting points on TWiki
  • TWikiUsersGuide - complete TWiki documentation, Quick Start to Reference
  • Sandbox? - try out TWiki on your own
  • PertaminaBbmBerkualitasSandbox? - just for me

My Personal Data

Note: if personal data is being stored using a secret database, then it is only visible to the user and to administrators.

E-mail  

My Personal Preferences

Uncomment preferences variables to activate them (remove the #-sign). Help and details on preferences variables are available in TWikiPreferences.

  • Show tool-tip topic info on mouse-over of WikiWord links, on or off:
    • #Set LINKTOOLTIPINFO = off

Related Topics

Topic revision: r1 - 18 Nov 2016 - 22:51:11 - TWikiRegistrationAgent
 
This site is powered by the TWiki collaboration platformCopyright © by the contributing authors. All material on this collaboration platform is the property of the contributing authors.
Ideas, requests, problems regarding TWiki? Send feedback