UserForm
FirstName Setyo
LastName Broto Atmojo
OrganisationName LC Kampung Inggris
OrganisationURL https://www.kampunginggrispare.info
Profession

Country Indonesia
State

Address

Location

Telephone

VoIP

InstantMessaging (IM)

Email

HomePage

Comment Sobat Pembaca, sebagian mungkin masih merasa asing dengan nama jayabaya , ya jayabaya adalah nama salah seorang raja pada masa mataram kuno yang terletak di Kediri, terkenal dengan kesaktian dan ramalannya.. ‘wow’..yah..ngomong-ngomong tentang kota ini sob ..banyak sekali keunikan dan keistimewaan dari segi pesona pariwisatanya maupun kuliner dan banyak hal lainnya sob,, !
Dan kali ini saya akan mencoba memaparkan beberapa tempat wisata maupun tenpat-tempat yang asyik dan menarik untuk di kunjungi bersama kawan ,pasangan maupun keluarga, yah sobat tentu tak asing lagi dengan salah tempat wisata pendidikan di kota ini maka, jika di sebut kata Kediri yang terbesit dibenak kebanyakan sobat pembaca pastilah si Pare ,atau yang sering di sebut dengan kampung inggris,, kenapa di sebut dengan kampong inggris ?? langsung saja penulis akan mencoba memaparkan sejarah singkat awal mula mengapa pare terkenal dengan sebutan kampung inggris ..
Sejarah Pare ’ Si Kampung Inggris’ !!

Pare atau yang dikenal masyarakat luas dengan sebutan kampong inggris ini terletak di Desa Pelem dan Tulungrejo, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri, Jawa Timur ,dan ini lah yeng menjadikan cikal-bakal tersebarnya ratusan lembaga kursus bahasa inggris. Lalu, bagaimana awal mula terbentuknya kampong inggris itu?
Dari penelusuran yang dilakukan Kompas.com, pemicu awal terbentuknya komunitas tersebut ternyata amat sederhana dan merupakan hasil kerja keras yang dilakukan oleh satu orang saja, yaitu seseorang yang bernama Kalend Osen.
Kalend Osen yang ditemui di rumahnya, Jalan Anyelir, Singgahan, Pelem, Pare, menuturkan dengan singkat perjalanan kariernya hingga tercipta maha karya yang spektakuler ini. adalah seorang santri asal Kutai Kartanegara yang tengah menimba ilmu di Pondok Modern Darussalam Gontor. Pria kelahiran 4 Pebruari 1945 ini tampak sederhana namun begitu bersahaja. Bermula pada tahun 1976 silam, Kalend Osen Gontor, Ponorogo, Jawa Timur. Menginjak kelas lima, dia terpaksa meninggalkan bangku sekolah karena tidak kuat menanggung biaya pendidikan. Bahkan, keinginannya pulang kembali ke kampungnya gagal karena tiada biaya. Dalam situasinya yang sulit itu seorang temannya memberitahukan adanya seorang ustaz yang bernama KH Ahmad Yazid di Pare yang menguasai delapan bahasa asing. Kalend muda kemudian berniat berguru dengan harapan minimal dapat menguasai satu atau dua bahasa asing darinya. Ia lalu mulai tinggal dan belajar di Pesantren Darul Falah, Desa Singgahan, milik Ustaz Yazid. Dan dari ustadz inilah beliau banyak menimba ilmu darinya.
Dalam sebuah kesempatan, datang dua orang tamu mahasiswa dari IAIN Sunan Ampel, Surabaya dan bermaksud untuk belajar bahasa Inggris kepada Ustaz Yazid sebagai persiapannya menghadapi ujian negara yang akan dihelat dua pekan lagi di kampusnya.
Kebetulan saat itu Ustaz Yazid tengah bepergian ke Majalengka dalam suatu urusan sehingga kedua mahasiswa itu hanya ditemui oleh ibu Nyai Ustaz Yazid. Entah dengan alasan apa, oleh Nyai Ustaz Yazid, kedua mahasiswa itu diarahkan untuk belajar kepada Kalend yang baru saja nyantri. "Waktu itu saya sedang menyapu masjid dan dua mahasiwa itu menghampiri saya," kenang Kalend mengingat masa lalunya.
Dua mahasiswa itu kemudian menyodorkan beberapa lembaran kertas yang berisi 350 soal berbahasa inggris. Setengah ingin tahu, Kalend memeriksa soal-soal itu dan kemudian meyakini dapat mengerjakannya lebih dari 60 persen. Kalend menyanggupi permintaan itu dan mereka akhirnya terlibat proses belajar mengajar yang dilakukan di serambi masjid area pesantren. Pembelajarannya cukup singkat, dilakukan secara intensif selama lima hari saja.
"Tak disangka, sebulan kemudian mereka (dua mahasiswa) kembali dan mengabarkan telah lulus ujian. Betapa bahagianya saya waktu itu, sehingga banyak yang ingin mengikuti jejak seniornya untuk belajar pada beliau ,Promosi dari mulut ke mulut pun akhirnya menjadi awal terbentuknya kelas pertama.
Sejak saat itu, pada 15 Juni 1977 di desa setempat, Kalend mendirikan lembaga kursus dengan nama Basic English Course (BEC) dengan enam siswa pada kelas perdana. Para siswa tersebut terus dibina dan dididik tidak hanya kemampuan bahasa inggris, namun juga ilmu agama serta kecakapan akhlak. Selama hampir sepuluh tahun Kalend berjuang sendirian untuk menghidupkan lembaga kursusnya itu dan dengan segala rintangannya dia berhasil melakukannya dengan baik. Pada tahun 1990-an, banyak alumninya yang didorong untuk membuat lembaga kursus untuk menampung pelajar yang tidak mendapat kuota akibat membeludaknya pelajar di BEC.
Lambat laun lembaga kursusnya semakin bertambah jumlahnya dan tersebar di berbagai tempat di pare yang tentunya pendirinya adalah murid-murid beliau juga . eksistensi BEC hingga kini pun juga tetap terjaga. Bahkan di tahun 2011 lalu telah genap meluluskan alumni sebanyak 18.000 siswa dari berbagai penjuru nusantara. Dalam meluluskan siswa, BEC dikenal sangat ketat. dan saat ini karena pesatnya perkembangan yang ada di perkirakan lebih dari 114 lembaga kursus yang menjamur disana diantaranya ada LC dan masih banyak tempat yang lainnya .
Ya..itulah sejarah singkat Pare si kampung inggris tunggu apalagi buruan daftar sob .. selain bisa belajar bahasa inggris sobat juga bisa berkunjung ke beberapa tempat wisata yang unik dan menarik,lebih dari 10 tempat wisata yang bisa di kunjungi dan saya akan memaparkan beberapa diantaranya saja yang wajib sobat kunjugi jika berkunjung ke kota Kediri..
Yaps,,Apa saja tempat wisata yang bisa sobat kunjungi di Kediri? Yuk, simak ulasan berikut ini :
1.Indahnya Panorama alam di atas ketinggian Gunung Kelud.

Gunung Kelud merupakan salah satu gunung api paling aktif di Indonesia selain Gunung Merapi yang ada di Yogyakarta. Terakhir kali, gunung ini meletus pada tahun 2014 lalu. Hingga kini, banyak wisatawan yang mengunjungi gunung ini karena pemandangannya yang cantik dan indah. Para wisatawan yang datang ke gunung ini bukan hanya pendaki, namun juga wisatawan biasa. sobat bisa mencapai ketinggian gunung ini dengan memakai kendaraan, karena jalannya sudah beraspal dan cukup baik untuk dilalui jadi gak perlu repot mendakinya .hehe
Nah, buat sobat sekalian yang ingin memasuki wilayah ini, kamu tidak perlu merogoh kocek terlalu dalam. Karena hanya perlu membayar tiket sebesar Rp 5.000,00/ pengunjung. Dan biasanya, untuk anak-anak tidak dipungut biaya, hanya untuk orang dewasa saja. Pembayaran ini dilakukan di portal masuk ketika memasuki Gunung Kelud dan kamu harus membayar biaya parkir kendaraanmu sebesar Rp 2.000,00 (motor) dan Rp. 10.000,00 (mobil). Nah , cukup murah dan mudah kan sob!
2. Wisata Goa Selomangleng yang begitu “W-O-W”

Goa Selomagleng terletak sekitar 7 km dari pusat Kota Kediri, atau tepatnya di Desa Waung, Kecamatan Mojoroto, Kabupaten Kediri. Pada jaman dahulu konon, gua ini merupakan tempat yang digunakan oleh Dewi Kilisuci, putri dari Raja Erlangga untuk mengasingkan diri dan juga untuk bertapa.
Dan menurut cerita yang ada, Dewi Kilisuci pernah menolak tahta kerajaan yang diberikan kepadanya, wow”. sehingga kemudian sang dewi berusaha mengasingkan diri. Bukti keberadaannya pun bisa terlihat dari relief yang terdapat di dalam atau di luar dinding gua. Maka tak heran jika goa ini memiliki nilai sejarah tersendiri.
Nah, untuk biaya masuknya pun tergolong murah sob, cukup membayar Rp. 8.000,00/ orang, sudah termasuk dengan biaya parkir kendaraan roda 2. Kalau sobat membawa mobil, sobat sekalian akan dikenai biaya parkir tambahan sebesar Rp. 3.000,rupiah saja. Gimana sob ? mau mengasingkan diri di sini? Coba aja selagi sobat di Kediri !!
3. Goa Surowono yang unik untuk dikunjungi sob !

Ngomong-ngomong masalah goa sob, goa ini berbeda dari goa semomagleng sob ! dengan segala ke unikannya Goa Surowono terletak di Desa Canggu, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri. Ya, ada sesuatu yang berbeda dari goa yang lebih cocok disebut sebagai lorong sempit dengan konstruksi lebar ± 80 cm dan panjang ± 100 meter ini. Tidak seperti goa-goa pada umumnya, Goa Surowono ini hanya memiliki lorong sempit yang hanya bisa dimasuki satu orang saja. Nah, jika sobat ingin masuk ke lokasi ini, sobat harus rela bergantian,karena sempit dan harus satu persatu masuknya.
Hanya cukup merogoh kocek Rp 5.000. untuk tiketnye dan jasa guide seharga Rp 5.000 saja. Sebab katanya, kalau kamu tidak memakai jasa guide, maka kamu bisa nyasar di sini. Karena memang, goa ini memiliki banyak cabang jalan. Selain itu, goa ini juga dialiri air yang cukup jernih, sehingga kamu pun bisa basah-basahan di tempat ini. Yuk, cus.
4.Pesona Air Terjun Dolo yang super tinggi ..

Pict:Air Terjun Dolo
Air Terjun Dolo yang unik ini terletak di lereng Gunung Wilis, tepatnya di Dusun Besuki, Desa Jugo, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri. Nah, jika sobat berangkat dari pusat Kota Kediri, maka sobat akan menempuh jarak sekitar 25 km. Lokasinya yang berada di ketinggian 1800 mdpl, membuat obyek wisata ini berhawa sejuk dan nyaman untuk di kunjungi sob ! dan ketinggian Air Terjun Dolo ini mencapai 125 meter. Wow…
Selain itu, tempat wisata ini juga mempunyai beberapa fasilitas pendukung yang meliputi area berkemah, taman bermain, area jogging, dan lain sebagainya. Untuk biaya masuknya dipatok dengan harga Rp. 5.000, / orang. So.sanggup kan dateng ke sini?
5. Monumen Simpang Lima Kediri

Pict.googleimages.
Nah ini sob..tempat yang sobat gak akan diangep pernah ke kota Kediri kalo belum berkunjung ke monumen ini, Kalau di Paris ada Arc de Triomphe, maka di Kediri ada juga Monumen Simpang Lima Gumul, atau yang sering disingkat menjadi MSLG. Bangunan ini dibangun pada tahun 2003 dan diresmikan pada tahun 2008. Masih terbilang baru, sih. Tapi ketenarannya sudah dikenal se-Indonesia. Apalagi buat kamu yang suka hunting foto, lokasi ini cocok sekali lho untuk memuaskan hobi fotografimu.
Selain itu, MSLG ini juga menjadi tempat nongkrong yang hits baru-baru ini. Nama simpang lima sendiri disebabkan karena bangunan ini terletak di persimpangan 5 jalan, yakni Gampengrejo, Pare, Pagu, Pesantren dan Plosoklaten. Siap berburu foto, Gaes?
Nah itulah beberapa tempat wisata yang bisa penulis paparkan yang tentunya disana banyak sekali tempat-tempat wisata bersejarah yang bisa sobat kunjungi selain yang penulis paparkan seperti Candi Surawana juga Candi Tegowangi atau wahana rekreasi laiinya seperti Kediri Water Park atau Gumul Paradise Island..
So ..tunggu apalagi sobat traveller ..!!selamat berpetualang ria !!

Edit personal data

My Links

  • ATasteOfTWiki - view a short introductory presentation on TWiki for beginners
  • WelcomeGuest - starting points on TWiki
  • TWikiUsersGuide - complete TWiki documentation, Quick Start to Reference
  • Sandbox? - try out TWiki on your own
  • SetyoBrotoAtmojoSandbox? - just for me

My Personal Data

Note: if personal data is being stored using a secret database, then it is only visible to the user and to administrators.

E-mail  

My Personal Preferences

Uncomment preferences variables to activate them (remove the #-sign). Help and details on preferences variables are available in TWikiPreferences.

  • Show tool-tip topic info on mouse-over of WikiWord links, on or off:
    • #Set LINKTOOLTIPINFO = off

Related Topics

Topic revision: r1 - 31 Oct 2017 - 08:49:47 - TWikiRegistrationAgent
 
This site is powered by the TWiki collaboration platformCopyright © by the contributing authors. All material on this collaboration platform is the property of the contributing authors.
Ideas, requests, problems regarding TWiki? Send feedback